AI Bisa Jalankan Kode NVIDIA di GPU AMD Hanya dalam 30 Menit

Sebuah terobosan terbaru menunjukkan kemampuan AI untuk menyatukan dua ekosistem GPU yang sebelumnya sulit dijembatani. Platform pemrograman berbasis kecerdasan buatan, Claude Code, berhasil memporting kode NVIDIA CUDA ke platform AMD ROCm hanya dalam waktu 30 menit. Proses ini dilakukan tanpa memerlukan lapisan penerjemah tambahan seperti Hipify, cukup menggunakan antarmuka baris perintah. Sistem AI ini bekerja dengan cara menggantikan kata kunci CUDA dengan padanannya di ROCm, sekaligus menjaga logika inti dari kernel agar tetap konsisten.

Langkah ini menjadi penting karena CUDA selama ini dianggap sebagai “benteng” NVIDIA, mengunci performa tinggi GPU di ekosistemnya. Dengan kemampuan porting cepat seperti ini, batasan tersebut mulai bisa diatasi, membuka kemungkinan agar kode yang sebelumnya hanya berjalan di GPU NVIDIA dapat dijalankan di GPU AMD dengan lebih mudah. Meski demikian, kesuksesan ini masih lebih cocok untuk kode yang relatif sederhana. Porting kode kompleks dengan banyak dependensi dan optimasi hardware mendalam tetap menantang bagi AI, karena konteks perangkat keras yang rumit sulit ditangani sepenuhnya oleh sistem otomatis.

Dampak bagi dunia komputasi dan pengembangan perangkat lunak cukup besar. Porting cepat ini bisa menurunkan biaya dan waktu pengembangan aplikasi berbasis GPU, memperluas pilihan perangkat keras, serta mendorong persaingan lebih sehat antara NVIDIA dan AMD. Bagi industri AI dan pengembang software, hal ini berarti fleksibilitas lebih besar dalam memanfaatkan GPU tanpa terkunci pada satu vendor tertentu, sekaligus mendorong inovasi di ranah komputasi paralel.