Microsoft kembali menghadapi gangguan layanan yang berdampak luas. Kali ini, masalah terjadi pada Exchange Online yang membuat banyak pengguna tidak dapat mengakses email dan kalender mereka melalui berbagai platform.
Gangguan tersebut pertama kali diakui oleh Microsoft pada pagi hari waktu UTC, setelah muncul laporan dari pengguna yang mengalami kesulitan saat membuka mailbox. Tidak hanya satu jalur akses yang terdampak, tetapi hampir seluruh metode koneksi ke Exchange Online ikut terganggu.
Layanan yang terdampak mencakup Outlook versi web, aplikasi desktop Outlook, hingga koneksi melalui Exchange ActiveSync. Artinya, baik pengguna individu maupun perusahaan yang bergantung pada ekosistem Microsoft 365 merasakan dampak yang sama.
Microsoft menyebutkan bahwa tim teknis telah melakukan pemantauan dan sempat melihat tanda pemulihan dari sisi sistem. Namun, laporan dari pengguna menunjukkan bahwa masalah belum sepenuhnya hilang. Bahkan, portal Office.com sempat tidak bisa diakses dan hanya menampilkan pesan kesalahan yang meminta pengguna untuk mencoba kembali beberapa saat kemudian.
Situasi ini menunjukkan bahwa gangguan tidak hanya terbatas pada layanan email, tetapi juga memengaruhi akses ke layanan berbasis web Microsoft secara lebih luas. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Microsoft juga mengonfirmasi adanya masalah lain yang memengaruhi layanan Copilot berbasis web.
Copilot yang merupakan fitur berbasis kecerdasan buatan milik Microsoft, mengalami kendala pada proses login dan akses melalui beberapa domain resmi. Hal ini menambah kompleksitas gangguan karena dua layanan penting terdampak secara bersamaan.
Sebagai langkah sementara, Microsoft menyarankan pengguna Copilot untuk beralih ke versi aplikasi, seperti aplikasi desktop Copilot, integrasi di Microsoft Teams, atau fitur Copilot yang tersedia di aplikasi Office. Langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas pengguna yang bergantung pada layanan tersebut.
Dari sisi teknis, Microsoft mengungkap bahwa gangguan ini berkaitan dengan bagian dari infrastruktur layanan yang tidak mampu memproses lalu lintas data secara efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan melakukan perubahan konfigurasi guna mengurangi dampak yang dirasakan pengguna.
Masalah ini kembali menyoroti betapa pentingnya stabilitas layanan cloud, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan sistem berbasis langganan seperti Microsoft 365. Ketika layanan utama seperti email mengalami gangguan, aktivitas bisnis bisa langsung terhambat, mulai dari komunikasi internal hingga layanan pelanggan.
Gangguan seperti ini juga bukan yang pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft sempat mengalami insiden serupa yang memengaruhi akses email melalui protokol IMAP maupun aplikasi Outlook klasik. Rangkaian kejadian ini menunjukkan tantangan besar dalam menjaga keandalan layanan skala global.
Dalam pembaruan terbaru, Microsoft menyatakan bahwa gangguan utama pada Exchange Online telah berhasil diatasi. Perusahaan menjelaskan bahwa akar masalah berasal dari gangguan pada infrastruktur jaringan pendukung yang menyebabkan penurunan ketersediaan layanan.
Meski demikian, investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Microsoft juga berjanji akan merilis laporan resmi setelah proses analisis selesai.
Sementara itu, sebagian pengguna masih melaporkan kendala, khususnya terkait akses ke layanan Copilot berbasis web. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya tuntas.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap layanan cloud membawa risiko tersendiri. Di sisi lain, transparansi dan kecepatan respons dari penyedia layanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna.

