Google resmi meluncurkan Gemini 3 Flash, model kecerdasan buatan terbaru yang dirancang cepat dan efisien, sekaligus menetapkannya sebagai model default di aplikasi Gemini dan mode AI pada layanan pencarian Google. Langkah ini menegaskan ambisi Google untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat dengan pemain besar lain di industri AI.
Gemini 3 Flash dikembangkan dari fondasi Gemini 3 yang dirilis bulan lalu dan hadir hanya enam bulan setelah versi Gemini 2.5 Flash. Meski tergolong model “Flash”, performanya mengalami lonjakan signifikan. Dalam berbagai pengujian, model ini mampu menyaingi model kelas atas. Pada benchmark Humanity’s Last Exam tanpa penggunaan alat bantu, Gemini 3 Flash mencatat skor 33,7 persen, mendekati Gemini 3 Pro dan melampaui generasi Flash sebelumnya yang hanya berada di kisaran dua digit. Sementara pada uji multimodal dan penalaran MMMU-Pro, model ini mencetak skor tertinggi di antara para pesaing.
Dari sisi pengguna, Google mulai mengganti Gemini 2.5 Flash dengan Gemini 3 Flash sebagai standar global di aplikasi Gemini. Meski demikian, pengguna tetap dapat memilih model Pro melalui pemilih model, khususnya untuk kebutuhan matematika dan pemrograman. Google menyebut Gemini 3 Flash unggul dalam memahami konten multimodal, mulai dari video pendek, gambar, sketsa, hingga audio. Pengguna dapat, misalnya, mengunggah video olahraga untuk mendapatkan analisis, mengirim rekaman suara untuk dirangkum, atau meminta pembuatan kuis dari materi audio.
Model ini juga diklaim lebih akurat dalam memahami maksud pertanyaan pengguna serta mampu menyajikan jawaban yang lebih visual, termasuk penggunaan gambar dan tabel. Selain itu, Gemini 3 Flash mendukung pembuatan prototipe aplikasi langsung dari prompt di dalam aplikasi Gemini, menjadikannya lebih praktis bagi pengguna kreatif dan pengembang pemula.
Untuk pasar yang lebih luas, Google memperluas ketersediaan Gemini 3 Pro di Amerika Serikat untuk pencarian, serta membuka akses yang lebih besar ke model gambar Nano Banana Pro. Di sisi enterprise, sejumlah perusahaan teknologi seperti JetBrains, Figma, Cursor, Harvey, dan Latitude telah memanfaatkan Gemini 3 Flash melalui Vertex AI dan Gemini Enterprise.
Bagi pengembang, model ini tersedia dalam versi pratinjau melalui API dan dapat digunakan di Antigravity, alat pemrograman terbaru Google. Dalam pengujian SWE-bench terverifikasi, Gemini 3 Pro meraih skor 78 persen, hanya sedikit di bawah model pesaing teratas. Google menilai kombinasi kecepatan dan efisiensi token membuat Gemini 3 Flash ideal untuk analisis video, ekstraksi data, serta alur kerja yang cepat dan berulang.
Dari sisi harga, Gemini 3 Flash dipatok sebesar 0,50 dolar AS per satu juta token input dan 3,00 dolar AS per satu juta token output. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Gemini Flash 2.5, namun Google menegaskan performanya lebih unggul, tiga kali lebih cepat, dan menggunakan rata-rata 30 persen token lebih sedikit untuk tugas penalaran. Efisiensi ini dinilai dapat menekan biaya keseluruhan untuk penggunaan skala besar.
Google mengungkapkan bahwa sejak peluncuran Gemini 3, platform API mereka telah memproses lebih dari satu triliun token per hari. Di tengah kompetisi yang semakin intens dengan OpenAI dan perusahaan AI lainnya, Google menilai persaingan justru mendorong inovasi yang lebih cepat. Perusahaan menegaskan akan terus menghadirkan model baru sekaligus mengembangkan tolok ukur evaluasi agar kemampuan AI dapat diukur secara lebih komprehensif.
Dengan menjadikan Gemini 3 Flash sebagai tulang punggung layanan konsumen dan enterprise, Google menunjukkan fokus pada keseimbangan antara performa tinggi, kecepatan, dan efisiensi biaya, sekaligus memperkuat strategi jangka panjangnya di ekosistem kecerdasan buatan global.

