Google kembali mencuri perhatian di dunia kecerdasan buatan lewat pembaruan terbaru pada Gemini yang berdampak langsung pada cara pengguna memanfaatkan NotebookLM sebagai alat belajar. Meski performa NotebookLM tidak mengalami penurunan, kehadiran fitur baru di ekosistem Gemini justru menggeser fokus sebagian pengguna yang sebelumnya sangat bergantung pada alat tersebut.
Bagi banyak pengguna, NotebookLM sudah menjadi sarana utama untuk memahami topik rumit seperti teknologi, politik, hingga ekonomi. Aplikasi ini dikenal mampu mengubah informasi kompleks menjadi rangkuman yang lebih mudah dipahami, terutama melalui format video ringkasan yang efisien dan hemat waktu. Namun, pembaruan terbaru Gemini menghadirkan pengalaman baru yang membuat proses belajar terasa lebih interaktif.
Fitur yang kini menjadi sorotan adalah gambar interaktif. Teknologi ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan elemen di dalam gambar, sekadar dengan mengetuk bagian tertentu untuk mendapatkan penjelasan detail. Dalam salah satu demonstrasi, pengguna dapat mempelajari struktur sel tumbuhan langsung dari visual yang menampilkan label interaktif pada setiap bagiannya. Setiap klik memberikan penjelasan tambahan tanpa perlu berpindah halaman, sehingga proses belajar terasa lebih praktis dan menyenangkan.
Hal ini memicu perbandingan langsung dengan NotebookLM. Secara konsep, gambar interaktif dinilai lebih cocok diterapkan di NotebookLM karena platform tersebut memang dirancang khusus sebagai alat pembelajaran, bukan sekadar chatbot. Selama ini, NotebookLM telah menghadirkan fitur Mind Map untuk menunjukkan hubungan antar konsep, namun fitur tersebut masih berbasis teks. Jika digabungkan dengan teknologi gambar interaktif, pengalaman belajar dinilai bisa meningkat secara signifikan.
Bayangkan materi tentang sistem pernapasan manusia yang tidak hanya ditampilkan dalam bentuk poin, tetapi visual paru-paru dengan bagian-bagian yang bisa diklik untuk melihat fungsi masing-masing komponen. Dengan fakta bahwa NotebookLM saat ini juga ditenagai model Gemini, integrasi fitur tersebut dinilai bukan sesuatu yang sulit diwujudkan.
Di sisi lain, Google terus mengembangkan NotebookLM agar semakin fleksibel di perangkat mobile. Aplikasi NotebookLM untuk Android dan iOS kini telah mendapatkan pembaruan penting berupa fitur kamera bawaan. Pengguna dapat langsung memotret catatan tangan, papan tulis, handout, hingga infografis, lalu menjadikannya sebagai sumber materi di dalam aplikasi.
Fitur ini tersedia melalui tombol aksi cepat di halaman utama dan juga lewat menu penambahan sumber. Selain menggunakan kamera, pengguna juga dapat memilih gambar dari galeri, termasuk tangkapan layar. Dukungan sumber di NotebookLM kini mencakup teks, audio, video, situs web, file PDF, hingga gambar, sehingga aplikasi ini menjadi semakin lengkap sebagai alat bantu belajar.
Pembaruan lain yang telah tersedia luas di perangkat mobile mencakup flashcard dan kuis, yang dirancang agar proses belajar singkat dan pengulangan materi bisa dilakukan dengan lebih efektif. Namun, beberapa fitur masih belum sepenuhnya merata di semua perangkat, seperti riwayat chat bersama yang saat ini belum tersedia secara luas di Android dan iOS.
Meski perhatian sebagian pengguna sempat teralihkan oleh Gemini, banyak yang masih mengandalkan NotebookLM dalam keseharian mereka. Bahkan, sebagian pengguna kini lebih memilih mengonsumsi ulasan teknologi melalui NotebookLM daripada menontonnya langsung di YouTube. Hal ini menunjukkan bahwa peran NotebookLM sudah melampaui fungsi dasar sebagai alat bantu belajar.
Secara keseluruhan, pembaruan Gemini telah menaikkan ekspektasi terhadap NotebookLM. Bukan karena NotebookLM kehilangan daya tarik, melainkan karena pengguna kini melihat potensi yang jauh lebih besar. NotebookLM dinilai tetap menjadi alat yang sangat berguna, namun pengguna berharap Google membawa lebih banyak inovasi, terutama dalam hal visual interaktif, untuk membawa pengalaman belajar ke level berikutnya.

