Hacker Bisa Bobol Password Admin NTLMv1 Hanya Dalam 12 Jam

Google-affiliated Mandiant baru-baru ini merilis kumpulan rainbow tables untuk NTLMv1, membuka jalan bagi peretasan kata sandi administratif yang sebelumnya sulit dijangkau. NTLMv1 adalah protokol autentikasi lawas yang telah diketahui rentan sejak 1999, namun masih digunakan di beberapa jaringan meskipun ada peringatan keamanan selama dua dekade terakhir.

Konteks dan Risiko
NTLMv1 awalnya dikembangkan oleh Microsoft pada era OS/2 dan Windows NT. Protokol ini kini dianggap lemah karena cara kerjanya memungkinkan serangan known plaintext, di mana penyerang dapat memanfaatkan tantangan teks yang diketahui untuk memulihkan kata sandi. Selama ini, melakukan serangan nyata membutuhkan perangkat keras mahal atau pengiriman data sensitif ke pihak ketiga. Dengan rainbow tables yang dirilis Mandiant, proses ini kini bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 12 jam menggunakan komputer standar senilai kurang dari 600 USD. Hal ini menjadikan NTLMv1 bukan lagi sekadar kelemahan teoretis, tetapi celah yang bisa dieksploitasi secara praktis.

Mengapa Ini Penting
Banyak organisasi masih menggunakan NTLMv1 karena aplikasi lama tidak kompatibel dengan protokol terbaru atau karena migrasi dianggap berisiko dan memerlukan biaya. Padahal, keberadaan NTLMv1 membuat akun administratif dan data jaringan sangat rentan. Dengan rainbow tables ini, penyerang dapat memaksa autentikasi pada target dengan hak istimewa tinggi, memulihkan hash kata sandi, dan berpotensi melakukan eskalasi hak akses ke seluruh sistem. Dampaknya bisa berupa pencurian data, pengambilalihan akun, hingga serangan lanjutan terhadap Active Directory.

Langkah Mitigasi
Mandiant menekankan bahwa organisasi harus segera menonaktifkan NTLMv1 dan memastikan sistem hanya mengirimkan respons NTLMv2. Konfigurasi ini bisa diterapkan melalui pengaturan keamanan lokal atau kebijakan grup. Namun, perlu diingat bahwa penyerang dengan akses administratif bisa mengubah pengaturan ini, sehingga deteksi dan pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.

Dampak Praktis
Rilis ini memberi keuntungan ganda: memperlihatkan kerentanan nyata NTLMv1 bagi profesional keamanan dan menekan organisasi untuk melakukan migrasi ke protokol yang lebih aman. Bagi organisasi yang masih mengandalkan sistem lawas, peringatan ini harus dianggap serius, karena kegagalan bertindak dapat berakibat kompromi total terhadap keamanan jaringan.

Secara keseluruhan, publikasi rainbow tables oleh Mandiant menandai momen penting dalam sejarah keamanan Windows. Ancaman yang sebelumnya bersifat teoritis kini menjadi nyata, memaksa transisi segera dari protokol lawas menuju praktik autentikasi yang lebih modern dan aman.