Seorang insinyur xAI bernama Sulaiman Ghori meninggalkan perusahaan hanya beberapa hari setelah tampil di podcast dan membeberkan detail internal yang sensitif. Dalam wawancara itu, Ghori mengungkap bahwa xAI diduga memanfaatkan celah perizinan untuk membangun pusat data Colossus di Memphis dengan status sewa sementara yang biasanya dipakai untuk kegiatan nonpermanen seperti karnaval. Ia juga menyinggung penggunaan turbin gas metana tanpa izin yang disebut ilegal oleh EPA dan berdampak pada polusi udara di sekitar lokasi.
Selain isu regulasi, Ghori membuka praktik internal xAI yang sangat bergantung pada agen AI, bahkan menggambarkan satu orang bekerja dengan puluhan agen virtual untuk membangun sistem inti perusahaan. Pengakuan ini muncul di tengah laporan bahwa Anthropic menghentikan akses xAI ke model Claude, yang disebut berdampak pada produktivitas tim.
Tak lama setelah podcast tersebut, Ghori keluar dari xAI, memicu spekulasi bahwa ia diberhentikan. Kepergiannya menambah daftar eksodus pimpinan dan pendiri xAI dalam setahun terakhir, memperkuat kesan bahwa perusahaan menghadapi tekanan besar, baik dari sisi hukum, operasional, maupun reputasi.

