Intel Core Ultra 270K Plus Jadi Prosesor Gaming Tercepat, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Intel kembali mencoba memperkuat posisinya di pasar prosesor desktop dengan memperkenalkan dua chip baru yang ditujukan untuk gamer dan pengguna kelas enthusiast. Perusahaan mengumumkan Intel Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus, yang diklaim sebagai prosesor gaming desktop tercepat yang pernah dirilis oleh Intel.

Kedua prosesor tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 26 Maret 2026. Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi Intel setelah beberapa generasi prosesor sebelumnya mendapat kritik terkait performa, efisiensi daya, hingga stabilitas sistem.

Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan prosesor desktop Intel tidak sepenuhnya mulus. Chip Raptor Lake yang dirilis pada 2022 dan 2023 dikenal memiliki konsumsi daya tinggi serta suhu operasi yang cukup panas. Selain itu, sebagian pengguna juga melaporkan masalah stabilitas yang memicu crash pada beberapa sistem.

Kemudian pada 2024, Intel merilis prosesor berbasis arsitektur Arrow Lake, termasuk Core Ultra 9 285K. Namun performa gaming dari chip tersebut dianggap kurang mengesankan dibanding ekspektasi pasar. Intel bahkan sempat merilis sejumlah pembaruan untuk meningkatkan performa tersebut.

Melalui generasi terbaru ini, Intel berupaya memperbaiki reputasi tersebut sekaligus menghadirkan peningkatan performa yang lebih kompetitif.

Core Ultra 7 270K Plus menjadi model utama dalam peluncuran kali ini. Prosesor ini memiliki total 24 core dengan kecepatan turbo hingga 5,5 GHz. Intel mengklaim chip tersebut mampu mengungguli dua generasi flagship sebelumnya, yaitu Core i9-14900K dari keluarga Raptor Lake serta Core Ultra 9 285K dari Arrow Lake, terutama dalam performa gaming.

Menariknya, prosesor ini juga diposisikan sebagai pilihan menarik untuk pekerjaan produktivitas. Dengan konfigurasi 24 core dan 24 thread serta harga sekitar 300 dolar AS, chip ini berpotensi bersaing dengan prosesor AMD Ryzen 7 9700X dalam berbagai tugas komputasi multithread.

Meski begitu, sebagian pengamat mencatat bahwa Ryzen 7 9700X bukanlah prosesor gaming terkuat dari AMD dan sudah hadir cukup lama di pasar. Namun jika klaim Intel terkait peningkatan performa multithread hampir dua kali lipat benar terjadi, chip ini tetap berpotensi menarik perhatian pengguna yang mencari performa tinggi dengan harga relatif terjangkau.

Model kedua yang diperkenalkan adalah Core Ultra 5 250K Plus dengan harga sekitar 200 dolar AS. Intel menyebut prosesor ini mampu menghadirkan peningkatan performa multicore hingga rata-rata 103 persen dibandingkan prosesor AMD Ryzen 5 9600X yang berada di kisaran harga serupa.

Namun Intel belum merinci perbandingan performa gaming secara langsung terhadap chip pesaing dari AMD. Dalam presentasi resmi, perusahaan lebih banyak membandingkan prosesor baru ini dengan generasi sebelumnya, yaitu Core Ultra 7 265K dan Core Ultra 5 245K.

Hasilnya menunjukkan peningkatan performa yang cukup bervariasi tergantung judul game. Pada beberapa game, peningkatannya relatif kecil, misalnya sekitar 4 persen pada Assassin’s Creed Shadows. Sementara pada game lain seperti Shadow of the Tomb Raider, peningkatan performa dapat mencapai hingga 39 persen dengan fitur optimasi tertentu.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan Intel adalah Binary Optimization Tool. Teknologi ini disebut sebagai lapisan optimasi baru yang mampu meningkatkan performa aplikasi atau game tertentu melalui proses translasi biner secara khusus.

Selain fitur tersebut, generasi Arrow Lake Refresh juga membawa sejumlah peningkatan teknis lain. Intel menambahkan empat efficiency core tambahan, meningkatkan base clock pada performance core sebesar 200 MHz, serta menaikkan base clock pada efficiency core sebesar 100 MHz.

Kecepatan koneksi antara CPU dan memory controller juga meningkat signifikan, mencapai tambahan hingga 900 MHz. Selain itu, prosesor ini kini mendukung memori DDR5 dengan kecepatan hingga 7200 MT/s serta dukungan awal untuk modul memori CUDIMM empat rank, selama motherboard seri Intel 800 yang digunakan mendukungnya.

Meski menghadirkan berbagai peningkatan, kedua prosesor tersebut tetap mempertahankan TDP sebesar 125 watt, sama seperti generasi sebelumnya. Core Ultra 7 270K Plus sendiri memiliki base clock sebesar 4,1 GHz.

Peluncuran ini menjadi upaya Intel untuk kembali menarik perhatian komunitas gamer dan pengguna PC desktop performa tinggi. Jika klaim performa yang disampaikan perusahaan terbukti dalam pengujian independen, prosesor ini berpotensi menjadi pesaing serius di segmen CPU gaming kelas menengah hingga atas.