Versi kedua kandidat rilis Linux 7.0, atau 7.0-rc2, kini tersedia bagi pengembang dan penguji untuk mencoba. Ini merupakan tahap lanjutan setelah rilis 7.0-rc1 minggu lalu yang menutup jendela penggabungan kode yang padat. Tujuannya adalah menemukan bug dan memastikan stabilitas sebelum versi final yang dijadwalkan keluar sekitar pertengahan April 2026.
Rilis 7.0-rc2 membawa sejumlah perbaikan teknis, termasuk pembaruan untuk driver akselerator AI AMD XDNA pada prosesor Ryzen serta perbaikan pada berbagai driver grafis kernel. Linus Torvalds, pencipta Linux, turut melakukan perubahan untuk menonaktifkan opsi Kconfig lama guna mengurangi pesan log yang berlebihan. Selain itu, ada juga perbaikan bug dan regresi di bagian inti kernel, sistem file, jaringan, dan pengujian BPF.
Menariknya, rilis kali ini cukup besar untuk tahap rc2. Biasanya, perubahan besar di tahap ini lebih banyak berfokus pada driver, namun kali ini driver hanya sekitar seperempat dari keseluruhan perubahan. Sisanya terbagi antara sistem file seperti SMB client, XFS, dan EROFS, serta komponen inti kernel, jaringan, arsitektur, dan pengujian kode. Torvalds menyebutkan bahwa lonjakan ukuran rilis ini kemungkinan disebabkan oleh pekerjaan yang menumpuk dari versi 6.19 sebelumnya.
Pembaruan seperti ini penting karena Linux merupakan fondasi banyak sistem operasi server, desktop, dan embedded. Setiap perubahan dapat memengaruhi kinerja, stabilitas, dan kompatibilitas perangkat keras. Dengan pengujian publik 7.0-rc2, pengembang dan administrator sistem bisa menyesuaikan perangkat mereka, menemukan bug lebih awal, dan memastikan transisi ke Linux 7.0 berjalan mulus ketika versi stabil resmi dirilis.
Rilis ini menandai langkah signifikan dalam evolusi kernel Linux, menghadirkan perbaikan dan optimasi yang siap memanfaatkan kemampuan prosesor modern serta meningkatkan keandalan sistem. Pengguna yang tertarik dapat mengikuti pengujian untuk membantu memastikan versi final Linux 7.0 lebih stabil dan andal.

