Persaingan kecerdasan buatan kembali memanas setelah Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Microsoft Copilot Tasks. Pengumuman ini datang di tengah perhatian besar terhadap OpenClaw, sebuah sistem AI yang beberapa bulan terakhir ramai dibicarakan karena kemampuannya menjalankan tugas secara mandiri.
Selama ini, banyak orang mengenal AI sebatas chatbot yang menjawab pertanyaan atau membantu menulis teks. Namun perkembangan terbaru mengarah pada sesuatu yang lebih ambisius, yakni AI yang tidak hanya memberi saran, tetapi benar-benar menyelesaikan pekerjaan. Inilah yang disebut sebagai agentic AI, sistem yang mampu mengambil instruksi kompleks lalu mengeksekusinya tanpa perlu diawasi terus-menerus.
Copilot Tasks dirancang dengan pendekatan tersebut. Microsoft menggambarkannya sebagai daftar pekerjaan yang bisa menuntaskan dirinya sendiri. Pengguna cukup menuliskan kebutuhan dalam bahasa sehari-hari, lalu sistem akan bekerja di belakang layar. Contohnya, memantau daftar apartemen baru setiap pekan dan menjadwalkan kunjungan, menyusun rencana belajar lengkap dari silabus, atau mengolah email dan lampiran menjadi presentasi dengan grafik dan poin pembahasan. Bahkan untuk urusan mencari penyedia jasa dan membandingkan penawaran, sistem ini diklaim mampu melakukannya secara otomatis.
Yang membedakan Copilot Tasks dari pesaingnya adalah cara kerjanya. Jika OpenClaw berjalan langsung di perangkat pengguna dan memiliki akses luas ke sistem serta data lokal, Copilot Tasks beroperasi di lingkungan komputasi berbasis cloud milik Microsoft. Artinya, ia membuat semacam komputer virtual tersendiri untuk menyelesaikan tugas. Pendekatan ini dianggap lebih aman karena tidak memberi akses langsung ke seluruh isi perangkat. Bila terjadi penyalahgunaan atau celah keamanan, ruang lingkup dampaknya lebih terbatas pada akun Microsoft 365 dan layanan yang terhubung.
Di sisi lain, pembatasan ini juga berarti kemampuan Copilot Tasks tidak sebebas OpenClaw. Sistem yang berjalan secara lokal dapat mengakses aplikasi, file, dan pengaturan perangkat secara menyeluruh. Hal tersebut memberi fleksibilitas lebih besar, tetapi sekaligus meningkatkan risiko keamanan. Perbedaan inilah yang menjadi garis pemisah utama antara kedua produk tersebut.
Perkembangan ini penting karena menunjukkan arah baru industri AI. Fokusnya tidak lagi hanya pada kecerdasan menjawab, melainkan pada eksekusi nyata di dunia digital. Bagi kalangan profesional yang sudah bergantung pada ekosistem Microsoft, kehadiran Copilot Tasks berpotensi menghemat waktu dan menyederhanakan alur kerja. Sementara itu, pengembang dan pengguna tingkat lanjut yang membutuhkan kontrol penuh mungkin tetap melirik OpenClaw meski harus menerima risiko tambahan.
Saat ini Copilot Tasks masih berada pada tahap uji coba terbatas dan belum tersedia untuk publik luas. Meski begitu, langkah Microsoft ini menegaskan bahwa persaingan AI semakin bergerak ke ranah otomatisasi menyeluruh. Dampaknya akan terasa pada cara bekerja, belajar, hingga mengelola aktivitas sehari-hari, karena batas antara perintah dan pelaksanaan kini semakin tipis berkat bantuan mesin yang mampu bertindak sendiri.

