Mulai 2027, Semua OS Wajib Cek Umur Pengguna, Linux dan SteamOS Ikut Terdampak

Negara bagian California kembali menjadi sorotan setelah mengesahkan aturan baru yang mewajibkan verifikasi usia di tingkat sistem operasi. Melalui Digital Age Assurance Act atau AB 1043, yang ditandatangani Gubernur Gavin Newsom pada Oktober 2025, setiap penyedia sistem operasi diwajibkan mengumpulkan informasi usia saat pengguna membuat akun. Aturan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Berbeda dari regulasi yang langsung menyasar media sosial atau aplikasi tertentu, undang-undang ini menempatkan tanggung jawab awal pada penyedia sistem operasi. Definisinya sangat luas. Siapa pun yang mengembangkan, melisensikan, atau mengendalikan perangkat lunak sistem operasi untuk komputer dan perangkat umum lainnya masuk dalam cakupan aturan tersebut. Artinya, bukan hanya Windows, macOS, Android, dan iOS yang terdampak, tetapi juga distribusi Linux serta sistem berbasis game seperti SteamOS milik Valve Corporation.

Dalam praktiknya, penyedia sistem operasi harus menyediakan antarmuka pemrograman aplikasi atau API yang dapat memberi sinyal kategori usia pengguna kepada pengembang aplikasi. Kategori itu dibagi menjadi empat kelompok, yaitu di bawah 13 tahun, 13 hingga kurang dari 16 tahun, 16 hingga kurang dari 18 tahun, dan 18 tahun ke atas. Informasi ini akan diteruskan secara waktu nyata ketika sebuah aplikasi diunduh atau dijalankan, selama pengembang meminta data tersebut.

Dampaknya cukup signifikan bagi pengembang. Setelah menerima sinyal usia dari sistem operasi, mereka dianggap secara hukum mengetahui kisaran usia penggunanya. Konsekuensinya, tanggung jawab atas konten dan fitur yang sesuai usia berpindah langsung kepada pengembang aplikasi. Jika melanggar, sanksi administratif dapat mencapai 2.500 dolar AS per anak untuk pelanggaran karena kelalaian, dan 7.500 dolar AS per anak untuk pelanggaran yang disengaja. Penegakan aturan berada di tangan Jaksa Agung California.

Menariknya, undang-undang ini tidak mewajibkan unggah kartu identitas atau penggunaan pengenalan wajah. Pengguna cukup menyatakan usia secara mandiri saat membuat akun sistem operasi. Pendekatan ini membedakan California dari negara bagian lain seperti Texas dan Utah yang telah menerapkan metode verifikasi lebih ketat berbasis dokumen resmi. Perancang RUU, anggota legislatif Buffy Wicks, menyatakan bahwa pendekatan ini dipilih untuk menghindari persoalan konstitusional karena fokusnya pada kepastian usia, bukan pengawasan isi konten.

Meski telah menandatangani aturan tersebut, Gavin Newsom juga meminta legislatif mempertimbangkan revisi sebelum tanggal efektifnya. Sejumlah layanan streaming dan pengembang gim mengkhawatirkan kerumitan teknis, terutama pada akun yang digunakan bersama dalam satu keluarga atau profil yang diakses di berbagai perangkat. Hingga kini belum jelas apakah perubahan akan disepakati sebelum 2027.

Persoalan paling rumit muncul di ekosistem Linux. Distribusi seperti Arch, Ubuntu, Debian, dan Gentoo tidak memiliki infrastruktur akun terpusat seperti sistem operasi komersial. Pengguna dapat mengunduh berkas instalasi dari berbagai server di seluruh dunia dan memodifikasi kode sumber secara bebas. Banyak proyek ini dikelola komunitas kecil tanpa dukungan tim hukum atau sumber daya besar. Secara praktis, penerapan API verifikasi usia dalam skema yang diwajibkan undang-undang akan sulit dilakukan. Skenario yang lebih realistis adalah munculnya pernyataan bahwa perangkat lunak tersebut tidak ditujukan untuk penggunaan di California.

Kebijakan ini penting karena menandai pergeseran pendekatan regulasi digital. Jika selama ini tekanan hukum banyak diarahkan pada platform atau aplikasi, kini lapisan paling dasar dari ekosistem perangkat lunak ikut dibebani kewajiban. Bagi perusahaan teknologi besar, hal ini berarti penyesuaian infrastruktur global agar sesuai dengan satu yurisdiksi. Bagi proyek sumber terbuka, tantangannya bisa jauh lebih berat.

Bagi masyarakat umum, dampaknya akan terasa saat membuat akun baru di komputer atau perangkat lain. Proses pendaftaran kemungkinan akan menambahkan langkah deklarasi usia dan pembagian profil berdasarkan kelompok umur. Di sisi lain, pengembang aplikasi mungkin akan lebih ketat membatasi fitur tertentu untuk pengguna di bawah usia 18 tahun demi menghindari risiko denda.

AB 1043 menunjukkan bagaimana satu negara bagian dapat memengaruhi arsitektur teknologi secara luas. Apakah model ini akan diikuti wilayah lain atau justru direvisi sebelum diberlakukan, perkembangan menuju 2027 akan menjadi penentu arah regulasi digital di Amerika Serikat.