Perawat AI Mulai Menggantikan Perawat Manusia, Apa Dampaknya?

Di banyak rumah sakit, teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin mengambil peran yang biasanya dilakukan oleh perawat. AI kini bisa memantau tanda-tanda vital pasien, memberi saran medis, hingga melakukan panggilan pengingat sebelum pasien menjalani pemeriksaan. Para pendukung AI mengatakan ini adalah solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga medis dan mengurangi beban kerja perawat. Tapi, tidak semua orang setuju.

Perawat AI: Solusi atau Ancaman?

Salah satu teknologi AI yang tengah dikembangkan adalah “Ana”, sebuah program yang bisa berbicara dengan pasien selama 24 jam dalam berbagai bahasa. Ana bisa membantu pasien mempersiapkan diri sebelum pemeriksaan medis dan menjawab pertanyaan umum. Selain itu, banyak rumah sakit juga menggunakan AI untuk mendeteksi kondisi darurat pasien lebih cepat dan memberikan panduan langkah demi langkah dalam perawatan.

Namun, serikat perawat di Amerika Serikat mengkhawatirkan bahwa AI justru bisa mengurangi kualitas perawatan. Mereka berpendapat bahwa teknologi ini dapat menggantikan peran perawat secara perlahan, tanpa mempertimbangkan bahwa interaksi manusia tetap diperlukan dalam dunia medis.

Kesalahan AI yang Bisa Berbahaya

Penggunaan AI di rumah sakit juga bukannya tanpa risiko. Adam Hart, seorang perawat di Nevada, pernah mengalami kasus di mana sistem AI salah mengidentifikasi pasien yang mengalami gagal ginjal sebagai penderita sepsis. AI menyarankan pemberian cairan dalam jumlah besar, padahal bagi pasien gagal ginjal, ini bisa berakibat fatal. Untungnya, seorang dokter turun tangan sebelum keputusan tersebut diambil.

Selain itu, perawat juga mengeluhkan banyaknya alarm palsu yang dihasilkan oleh AI. Bahkan, sesuatu yang sederhana seperti pasien buang air besar bisa dianggap sebagai keadaan darurat oleh sistem.

Bisakah AI dan Perawat Bekerja Bersama?

Meski memiliki kekurangan, para ahli sepakat bahwa AI tetap bisa menjadi alat yang membantu tenaga medis jika digunakan dengan bijak. Teknologi ini bisa mengurangi beban kerja perawat dalam tugas-tugas administratif seperti menghubungi pasien atau mencatat data medis. Namun, keputusan medis yang lebih kompleks tetap harus berada di tangan tenaga medis manusia.

Di masa depan, AI mungkin akan semakin canggih dan mampu memahami kondisi pasien dengan lebih baik. Tapi untuk saat ini, banyak yang percaya bahwa teknologi ini sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti perawat manusia sepenuhnya.