Piers Morgan Bangun “Kerajaan Media” di YouTube, Rekrut Mantan Bos MSNBC untuk Perluas Imperium

Perubahan besar dalam industri media membuat banyak jurnalis dan presenter televisi mulai mencari cara baru untuk menjangkau audiens. Salah satu yang paling agresif memanfaatkan pergeseran ini adalah Piers Morgan. Mantan pembawa acara televisi yang dikenal kontroversial tersebut kini fokus membangun jaringan media digital sendiri melalui platform YouTube.

Channel miliknya, “Piers Morgan Uncensored”, berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menampilkan perdebatan panas mengenai berbagai isu politik, sosial, hingga budaya populer. Dalam satu episode, tamu bisa saja saling menyerang dengan kata-kata keras, sementara tokoh lain dari dunia politik, militer, atau media ikut menanggapi secara langsung.

Format debat yang penuh konfrontasi itu ternyata justru menarik perhatian publik. Channel tersebut telah mengumpulkan lebih dari 4,3 juta pelanggan di YouTube dan secara konsisten menghasilkan jutaan penonton di setiap episode. Angka tersebut menempatkannya di antara sejumlah figur media digital paling populer yang sebelumnya berasal dari televisi arus utama.

Namun kesuksesan tersebut bukan sekadar kebetulan. Morgan memiliki rencana yang lebih besar untuk mengubah programnya menjadi jaringan media digital yang lebih luas. Pada awal 2025, ia mengambil alih kepemilikan penuh channel tersebut dari News UK, perusahaan media milik Rupert Murdoch. Langkah ini memberinya kontrol penuh atas konten dan pendapatan yang dihasilkan.

Setelah menjadi pemilik langsung, Morgan mulai mencari pendanaan untuk memperluas bisnisnya. Sepanjang tahun 2025, ia berhasil mengumpulkan sekitar 30 juta dolar dari investor yang tertarik pada potensi media digital berbasis kreator. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan berbagai program baru dengan topik yang lebih beragam.

Langkah berikutnya adalah membangun struktur perusahaan yang lebih profesional. Untuk itu, Morgan menunjuk Rashida Jones sebagai kepala eksekutif. Jones sebelumnya dikenal sebagai presiden MSNBC, salah satu jaringan berita besar di Amerika Serikat. Kini ia memimpin operasional perusahaan media digital milik Morgan.

Penunjukan tersebut menunjukkan ambisi serius dalam membangun organisasi media yang lebih besar. Tugas utama Jones adalah mengembangkan berbagai program baru serta mencari cara memperluas sumber pendapatan. Selain iklan digital, perusahaan juga mempertimbangkan model langganan, lisensi konten, hingga penyelenggaraan acara.

Strategi ekspansi juga mencakup perekrutan pembawa acara baru dengan karakter kuat. Morgan ingin menciptakan sejumlah program yang mencakup berbagai kategori seperti olahraga, kriminal, hiburan, hingga sejarah. Salah satu proyek yang sudah berjalan adalah acara bertema sejarah yang dipandu mantan jurnalis CNN, Bianca Nobilo.

Model bisnis ini mencoba meniru pola yang pernah berhasil dalam dunia televisi, tetapi dengan pendekatan yang lebih fleksibel di internet. Investor utama perusahaan, Joe Ravitch dari Raine Group, melihat peluang besar dalam mengembangkan jaringan konten berbasis kepribadian kuat. Menurutnya, tujuan jangka panjang adalah membangun banyak figur baru yang bisa menarik audiens sendiri.

Pendekatan ini dianggap penting karena industri media sedang mengalami perubahan besar. Platform digital seperti YouTube semakin menggeser dominasi televisi tradisional. Kreator dengan gaya personal yang kuat mampu membangun komunitas penonton yang loyal tanpa bergantung pada jaringan penyiaran besar.

Morgan sendiri dikenal sebagai sosok yang tidak segan memancing kontroversi saat mewawancarai tamunya. Gaya tersebut sering memicu perdebatan sengit yang kemudian viral di media sosial. Bagi sebagian pihak, pendekatan ini dianggap memperkeruh diskusi publik. Namun bagi yang lain, format tersebut justru menghadirkan diskusi yang lebih terbuka dan spontan.

Di sisi bisnis, pendekatan itu terbukti efektif. Pendapatan iklan YouTube meningkat seiring jumlah penonton. Morgan bahkan menyebut satu wawancara panjang dengan Priscilla Presley pada 2023 mampu menghasilkan sekitar 150 ribu dolar dari iklan digital.

Kesuksesan tersebut memperlihatkan bagaimana model media berbasis internet dapat menghasilkan pendapatan besar tanpa infrastruktur televisi tradisional. Dengan hanya studio kecil dan koneksi internet, seorang kreator dapat menjangkau jutaan penonton di seluruh dunia.

Bagi Morgan, masa depan industri media kemungkinan akan semakin bergeser ke arah ini. Ia percaya platform digital memberikan kebebasan lebih besar bagi jurnalis dan kreator untuk menyampaikan pandangan mereka tanpa tekanan dari struktur perusahaan media besar.

Kini tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut. Dengan rencana memperluas jaringan program dan merekrut lebih banyak pembawa acara, Morgan berusaha mengubah channel YouTube miliknya menjadi sebuah imperium media digital yang benar-benar mandiri.