Meta kembali mengubah arah strategi metaverse yang selama ini menjadi ambisinya. Jika beberapa tahun lalu perusahaan ini menggambarkan masa depan internet dalam bentuk dunia virtual berbasis headset, kini pendekatan tersebut mulai ditata ulang. Horizon Worlds, platform yang semula dirancang sebagai jantung pengalaman metaverse di perangkat Quest, secara resmi dipisahkan dari ekosistem VR dan diarahkan hampir sepenuhnya ke perangkat seluler.
Keputusan ini menandai perubahan penting dalam perjalanan divisi Reality Labs, unit yang menaungi produk realitas virtual dan kacamata pintar Meta. Sejak 2020, divisi tersebut telah menghabiskan puluhan miliar dolar untuk membangun fondasi perangkat keras dan perangkat lunak VR. Namun pertumbuhan pasar tidak secepat yang diharapkan. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja, menutup beberapa studio gim internal, serta menghentikan sejumlah proyek konten.
Di tengah situasi tersebut, Meta memilih memisahkan dua jalur bisnis yang sebelumnya berjalan berdampingan. Platform Quest akan difokuskan sebagai perangkat VR yang menopang ekosistem pengembang pihak ketiga. Sementara itu, Horizon Worlds akan diarahkan menjadi platform berbasis ponsel, menjangkau pengguna yang jauh lebih luas tanpa perlu headset.
Langkah ini berarti Horizon tidak lagi dipaksakan sebagai pengalaman utama di dalam perangkat Quest. Antarmuka terbaru headset bahkan akan langsung menampilkan daftar aplikasi terpasang, bukan lagi menonjolkan konten Horizon. Pemisahan ini memberi sinyal bahwa Meta ingin membiarkan pasar VR tumbuh melalui gim dan aplikasi buatan pengembang eksternal, bukan lagi melalui proyek ambisius internal.
Bagi Meta, strategi ini dianggap lebih realistis. Data internal menunjukkan sebagian besar waktu penggunaan headset dihabiskan untuk aplikasi pihak ketiga. Artinya, ekosistem kreator dan studio independen justru menjadi pendorong utama aktivitas pengguna. Perusahaan menyatakan telah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk mendukung pengembang VR dan berjanji melanjutkan dukungan tersebut melalui kemitraan dan program pendanaan.
Sementara itu, dengan membawa Horizon ke ranah seluler, Meta memasuki arena yang berbeda. Platform tersebut akan bersaing dengan raksasa gim berbasis konten buatan pengguna seperti Roblox dan Fortnite. Kedua platform ini telah membuktikan bahwa pengalaman sosial dan kreatif tidak harus bergantung pada perangkat khusus. Cukup dengan ponsel, jutaan orang dapat bermain, berinteraksi, dan menciptakan konten.
Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran visi besar Meta sejak transformasi dari Facebook menjadi Meta pada 2021. Kala itu, perusahaan menyatakan ingin membangun metaverse sebagai masa depan interaksi digital. Kini, definisi metaverse tampak lebih pragmatis: pengalaman tiga dimensi yang dapat diakses melalui ponsel dan terintegrasi dengan jejaring sosial yang sudah ada.
Mengapa langkah ini penting? Pertama, ini menunjukkan bahwa pasar VR konsumen masih menghadapi tantangan adopsi. Headset belum menjadi perangkat massal seperti ponsel pintar. Kedua, strategi baru ini menegaskan bahwa model bisnis berbasis ekosistem kreator dan distribusi luas lebih menjanjikan dalam jangka pendek dibanding membangun dunia virtual tertutup yang mahal.
Dampaknya terasa pada beberapa sisi. Bagi pengembang gim VR, fokus baru Meta memberi ruang lebih besar untuk tumbuh tanpa harus bersaing langsung dengan produksi internal perusahaan. Bagi pengguna headset Quest, pengalaman kemungkinan akan semakin terpusat pada gim dan aplikasi pihak ketiga. Sedangkan bagi pengguna ponsel, Horizon berpotensi muncul sebagai platform sosial kreatif baru yang lebih mudah diakses.
Namun perubahan arah ini juga memunculkan pertanyaan tentang konsistensi strategi Meta dalam jangka panjang. Sejak mengakuisisi Oculus lebih dari satu dekade lalu, pendekatan terhadap VR beberapa kali mengalami penyesuaian besar. Stabilitas kebijakan menjadi faktor penting bagi pengembang dan mitra yang menggantungkan masa depan bisnisnya pada platform tersebut.
Pada akhirnya, langkah memisahkan Horizon dari Quest menunjukkan bahwa Meta tengah mencari keseimbangan antara ambisi jangka panjang dan realitas pasar saat ini. Metaverse tidak sepenuhnya ditinggalkan, tetapi bentuknya kini lebih membumi dan lebih dekat dengan layar ponsel dibanding visor headset.

