GNU/Hurd kembali menjadi sorotan setelah laporan perkembangan terbarunya disampaikan dalam ajang FOSDEM 2026 di Brussels. Proyek sistem operasi ini menunjukkan kemajuan besar, terutama dalam dukungan perangkat keras modern, pemrosesan multi-core, dan ketersediaan perangkat lunak. Setelah puluhan tahun dikembangkan, GNU/Hurd kini semakin mendekati tahap yang benar-benar siap digunakan secara luas.
GNU/Hurd adalah kernel atau inti sistem operasi yang dikembangkan oleh proyek GNU. Kernel ini dirancang sebagai alternatif dari Linux. Berbeda dengan Linux yang menggunakan satu kernel besar untuk mengatur seluruh sistem, GNU/Hurd dibangun dengan konsep microkernel. Dalam pendekatan ini, fungsi inti sistem dipecah menjadi komponen kecil yang berjalan terpisah dan saling berkomunikasi. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang lebih fleksibel, mudah dikembangkan, dan berpotensi lebih aman.
Pengembangan GNU/Hurd dimulai pada awal 1990-an sebagai bagian dari visi besar Proyek GNU untuk membangun sistem operasi bebas sepenuhnya. Saat Linux muncul dan berkembang sangat cepat, GNU/Hurd tertinggal jauh karena kompleksitas desainnya. Selama bertahun-tahun, Hurd dikenal lambat berkembang, minim dukungan perangkat keras, serta sulit digunakan di komputer modern. Meski begitu, pengembangan tetap berjalan secara konsisten oleh komunitas kecil yang setia.
Dalam beberapa tahun terakhir, situasi mulai berubah. Salah satu kemajuan terbesar adalah dukungan terhadap arsitektur 64-bit x86_64. Sebelumnya, GNU/Hurd lebih stabil di sistem 32-bit yang sudah jarang digunakan. Kini, port 64-bit tersebut hampir rampung, sehingga Hurd dapat berjalan lebih optimal di komputer dan laptop masa kini. Pengembangan juga mulai mengarah pada dukungan prosesor ARM 64-bit, yang banyak digunakan pada server modern dan perangkat hemat daya.
Dari sisi perangkat keras, GNU/Hurd kini memiliki dukungan driver yang jauh lebih baik berkat pemanfaatan lapisan kompatibilitas dari NetBSD. Hal ini membuat sistem mampu mengenali dan menggunakan lebih banyak komponen penting, seperti jaringan dan penyimpanan. Selain itu, dukungan pemrosesan multi-core juga mulai berfungsi dengan lebih baik, memungkinkan Hurd memanfaatkan kekuatan prosesor modern yang memiliki banyak inti.
Kemajuan teknis tersebut berdampak langsung pada ekosistem perangkat lunak. Sekitar 75 persen paket dalam arsip Debian kini berhasil dibangun dan dijalankan di atas GNU/Hurd. Ini mencakup berbagai aplikasi penting hingga lingkungan desktop, sehingga sistem ini semakin mendekati kelayakan untuk penggunaan sehari-hari. Beberapa distribusi Linux populer bahkan telah menyediakan varian berbasis Hurd, seperti Debian, Guix, dan Alpine, untuk memperluas pengujian dan adopsi.
Perkembangan ini penting karena menghadirkan alternatif nyata dalam dunia sistem operasi bebas. Kehadiran GNU/Hurd memberi ruang bagi eksperimen desain sistem yang berbeda, sekaligus mendorong inovasi di bidang keamanan, fleksibilitas, dan arsitektur kernel. Bagi dunia teknologi, hal ini membuka peluang lahirnya solusi baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Bagi pengguna umum, kemajuan GNU/Hurd menandai hadirnya pilihan sistem operasi yang semakin matang dan stabil. Meski belum sepenuhnya siap menggantikan Linux dalam penggunaan massal, arah perkembangan yang positif menunjukkan bahwa proyek ini kini berada di jalur yang lebih menjanjikan dan layak untuk terus diikuti.

